geboy inside:
|
Friday, July 11, 2008 |
|
catatan si geboy: Perubahan
|
Perubahan
Perubahan itu bukanlah slogan, Perubahan itu dari kita dan untuk diri kita, walau pun sederhana, perubahan akan menjadi sangat luar biasa. Dimana hanya dengan kepakan sayap kupu-kupu dari Hawai pun akan dapat menjadikan butterfly effect perubahan cuaca di New England. Jadi berubahlah mulai dari hal yang kecil-kecil kalau memang belum bisa memindahkan gunung!!Labels: catatan si geboy |
|
»
Read more: catatan si geboy: Perubahan...
|
posted by
ali maftuh,DVM @ 10:02 PM
  |
|
|
|
|
Friday, May 30, 2008 |
|
catatan si geboy: Emang harus ya, Qona'ah...?
|
Emang harus ya, Qona'ah...?
Nrimo ing pandum, seperti itulah orang jawa menyebutnya...
Sambil setengah ngantuk seperti yang sudah biasanya singgah tatkala khotbah jumat telah dimulai. Namun ditengah kesibukan menghalau rasa ngantuk tersebut saya sempat sayup-sayup seperti dongeng terdengar isi khotbah tadi siang dimasjid kampus fkh yang membahas tentang qonaah sebagai penentram jiwa.
Dari khotbah tersebut saya sempat teringat ulasan majalah SWA tentang tidurnya raja rokok Gudang Garam ditengah persaingannya dengan raja baru HM. Sampoerna yang telah diadopsi oleh maha raja Philip Morris.
Complacency Syndrome atau cepat puas diri merupakan salah satu hasil diagnosis dari majalah tersebut dari gejala yang dialami Gudang Garam dalam menantang persaingan usaha, jika syndrom ini menginfeksi manusia atau mungkin sebuah institusi maka pada tingkat kronis akan menunjukkan gejala tenang, nyaman dan merasa dininabobokan oleh kesuksesan yang telah diraih sehingga tidak lagi menjadi sensitif, lengah juga kurang menyadari bahwa bumi itu berputar dan perubahan adalah sesuatu yang kekal dan abadi di bumi ini.
Sering kali kita baru akan menyadari dan bangun dar syndrome ini setelah semuanya menjadi serba sulit untuk bangkit dan jika telah benar-benar kronis bukan tidak mungkin syndrome ini akan terbawa sampai mati.
Dihubungkan dengan sifat qona'ah yang disampaikan khotib tadi siang yang juga memaparkan tentang unggulnya bangsa Bangladesh dalam survey tingkat kebahagiaan masyarakat karena sifat qona'ahnya telah mengalahkan masyarakat di negara Amerika, Eropa, Jepang ataupun Korea yang memiliki tingkat pendapatan penduduk dan index pembangunan penduduk lebih dahsyat dibandingkan Bangladesh. Namun jika direview ke belakang, apakah memang sifat Qonaah ini dapat secara saklek dapat dijadikan keunggulan penduduk bangladesh jika ditinjau dari sudut pandang agama dengan sifat Qonaahnya ataupun dari sudut pandang penduduk Bangladesh sebagai makhluk sosial.
Kita ketahui bersama jika dibandingkan dengan negara kita yang dalam survey dan iklan-iklan politik terlihat sangat besar angka kemiskinannya pun, bangsa bangladesh ini masih jauh tertinggal, namun betapa bahagianya masyarakat Bangladesh telah dibuktikan lewat penelitian dengan menggunakan parameter-parameter yang sangat ilmiah. Dan selanjutnya apakah semangat kebahagiaan seperti ini yang dimaksudkan dalam agama kita ataupun kewajiban sosial kita?
Ada sebuah pesan bijak " Berpikirlah tentang akhiratmu seperti kamu akan mati besok dan berpikirlah tentang duniamu seperti kamu akan hidup selamanya"
Dalam kalimat pertama pesan tersebut jelas tersirat akan sempitnya waktu kita dalam masalah dengan ibadan dan segala urusan kita dengan Tuhan, sehingga kita harus betul-betuk memaksimakan atau minimal mengoptimalkan waktu kita dengan urusan yang satu ini.
Ber beda dengan kalimat yang pertama, dalam kalimat kedua dari pesan ini memiliki dua intepretasi yang sangat berbeda, dimana yang intepretasi pertama menjadikan acuan bagi kita untuk berusaha dan berkarya dengan optimal atau bahkan optimal untuk membeayai kehidupan kita yang akan sangatlama, membeayai hubungan dan sifat sosial kita, serta tanggungjawab untuk saling membantu kepada sesama yang tentunya juga akan sangat lama.
Intepretasi yang kedua dari pesan ini mensiratkan kepada kita untuk tidak lagi berpikir tentang besarnya kebutuhan hidup yang lama didunia, namun karena kita akan hidup selamanya, maka selain hari ini masih ada hari esok dan atau esoknya lagi untuk memikirkan kebutuhan dunia ini. Jadi kita sebagai manusia tidak harus bekerja optimal apalagi maksimal, toh masih ada hari esok, yang penting hari ini saya bisa makan, dan jika diperempatan jalan bertemu orang yang minta-minta saya bisa memberikan uang 500 perak atau memberikan separo jatah makan saya da itu telah membuat saya bersyukur dan membesarkan hati saya karena masih banya orang lain didunia ini yang selama satu hari, dua hari atau bahkan mungkin tiga hari tidak bisa makan apalagi memberikan sumbangan walaupun cuma 500 perak.
trus apakah ini yang dinamakan Qona'ah?
Saya bukannya tidak setuju, namun hanya kurang sependapat dengan sikap tersebut karena menurut saya qona'ah adalah orang yang sangat bersyukur telah mendapatkan seteguk air dan sebatang pisang matang dari usaha kerasnya untuk survive dan bertahan hidup di tengah hutan, atau orang yang sangat bersyukur diterima bekerja sebagai satpam setelah usaha kerasnya untuk menunjukan segala kemampuan dan potensi dirinya, dan qona'ah juga seorang pengusaha tambang yang selalu ingat akan kesejahteraan karyawannya, selalu menyisihkan zakat dari hartanya serta shodaqoh dan jariyahnya dengan tidak lupa membayar pajak bagi negaranya dan bersedia mereklamasi bekas galian tambangya.
Sehingga bagi saya qona'ah adalah selalu mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan-Nya, an merasa bahagia atas segala capaian usaha dan tanggung jawab yang telah kita lakukan secara maksimal...
Labels: catatan si geboy, home |
|
»
Read more: catatan si geboy: Emang harus ya, Qona'ah...?...
|
posted by
ali maftuh,DVM @ 2:02 PM
  |
|
|
|
|
Wednesday, May 28, 2008 |
|
catatan si geboy: Dasar bodoh!!
|
Dasar bodoh!!
Hari ini laboratorium patologi telah menjadikan aku serasa bagai orang paling bodoh sedunia. Telphon dimarahi, konsultasi diomeli, nggak konsultasi dikata-katain, dikasi data anamnesa minta buku log, minta maaf disalahin, tidak minta maaf apalagi.
Yah itulah orang kecil! kita ini apasih, kita ini hanya tai, sudah jelek, bau, mana ada orang yang menghargai tai?. Dasar tai, walaupun ketiadaannya membuat sesak perut dan pasti akan menjulur sampai kedada tapi tai tetaplah tai!!. itu kata tyo.
Tapi tidak mengapa, saya akan terima, saya akan diam dan saya akan minta maaf karena saya sadar dan paham adanya siklus, adanya periode dan juga yang jelas adanya premenstrual syndrome. Jadi saya bukanlah tai ataupun orang yang paling bodoh sedunia karena saya adalah orang yang mencoba dewasa dengan menerima, memahami dan adaptasi dengan kondisi juga keadaan.Labels: catatan si geboy, home |
|
»
Read more: catatan si geboy: Dasar bodoh!!...
|
posted by
ali maftuh,DVM @ 6:10 PM
  |
|
|
|
|
Thursday, January 24, 2008 |
|
catatan si geboy: Peran menejemen standardisasi ISO bagi dokter hewan
|
Peran menejemen standardisasi ISO bagi dokter hewan
Sebagai salah satu standar Internasional, ISO berisi tentang persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh organisasi atau sebuah lembaga apabila organisasi tersebut ingin menunjukkan bahwa Sistem Manajemen organisasi tersebut mempunyai kemampuan dalam memenuhi persyaratan pelanggan dan peraturan lain yang sesuai dalam bidang MUTU, baik mutu produk/jasa maupun mutu proses guna mencapai kepuasan pelanggan/kosumen.
Ada beberapa standar ISO (International Organisation for Standardisation) yang dikenal diantaranya: •ISO 9001:2000 Quality Management System •ISO 14001:2004 Environmental Management System •ISO 19011:2002 Guidelines for Quality and Environmental Management System Auditing •ISO 22000:2005 Food Safety Management System/ HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) System •ISO 27001:2005 Information Security Management System •ISO 17025:2005 Quality Management System for Laboratory
Sebagai seorang dokter hewan yang terjun baik di dunia praktisi maupun industri, standardisasi manajemen dapat menjadikan acuan dan tujuan peningkatan mutu baik produk maupun layanan.
Dokter hewan dalam menejemen sebuah peternakan yang berorientasi profit harus berpikir tentang bagaimana mencegah penyakit dengan tidak melupakan prosedur penanggulangan penyakit. ISO sebagai salah satu acuan standardisasi khususnya ISO 9001:2000 tentang Quality Management System dapat dijadikan pegangan untuk manajemen pencegahan penyakit, karena dengan menejemen pengelolaan peternakan yang berkualitas dan berkesinambungan akan menjauhkan peternakan dari ancaman penyakit.
Dibidang industri khususnya yang berhubungan dengan produk pangan asal hewan, penguasaan ISO oleh dokter hewan khususnya ISO 22000:2005 dalam bidang Food Safety Management System yang salah satunya merupakan standardisasi untuk penerapan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) yang merupakan peran dokter hewan di bidang Kesmavet (kesehatan masyarakat veteriner) akan menjamin keamanan, kepuasan dan kepercayaan konsumen. Untuk dokter hewan praktisi standardisasi akan meningkatkan mutu layanan kesehatan hewan yang pada akhirnya kepuasan klien dan kesembuhan pasien akan menjadi hasil yang akan terus meningkatkan kepercayaan.
Beberapa satandardisasi ISO lainnya yang berhubungan dengan peran profesi dokter hewan diantaranya ISO 14001:2004 tentang Environmental Management System. Kemampuan penguasaan menejemen profesi akan meningkatkan kompetensi dokter hewan diduania profesional. Harus dipahami ISO BUKAN MENGGANTI sistem manajemen yang sudah ada, tetapi ISO bersifat MELENGKAPI DAN MENYEMPURNAKAN sistem manajemennya.
Ali Maftuh
Labels: catatan si geboy, home |
|
»
Read more: catatan si geboy: Peran menejemen standardisasi ISO bagi dokter hewan...
|
posted by
ali maftuh,DVM @ 11:42 PM
  |
|
|
|
|
Monday, January 07, 2008 |
|
catatan si geboy: Jangan cuma asal dokter hewan
|
Jangan cuma asal dokter hewan
Banyak faktor yang mempengaruhi pemilihan akan sebuah profesi dan beberapa diantaranya mungkin berawal dari sebuah mimpi dan cita-cita tinggi yang telah digantungkan sejak dini. Manusia bermimpi dan bercita-cita karena mereka sadar akan masa depan yang lebih baik seperti yang telah diidam-idamkan. Malang itu mungkin, karena saya tidak punya mimpi dan harapan akan profesi sejak dini sampai suatu ketika saya memahami akan arti dan kebanggaan profesi kedokteran hewan ini yang hampir tanpa sengaja saya pilih sebagai sebenar-benarnya profesi.
Perasaan bangga akan profesi yang kita jalani akan mempertinggi daya tahan kita terhadap krisis ataupun tantangan dan profesi tersebut juga tidak akan dirasakan sebagai beban yang berat yang memaksa kita untuk menjalankannya. Membuat mimpi dan cita-cita akan cukup bagus untuk dijadikan bahan bakar semangat kita dalam melakukan perbaikan. Namun mimpi dan cita-cita hanya akan terbatas pada kata-kata, keinginan ataupun kebanggaan semata jika tidak kita sertai dengan sebuah rencana dan juga tindakan.
Banyak orang menggambarkan akan prospek dan peluang profesi kedokteran hewan dimasa datang, namun tidak sedikit juga yang mencibirnya sebagai strata profesi kelas dua. Tidak ada yang salah jika seseorang mencibir profesi kedokteran hewan jika kita sendiri sebagai sebagai pelaku profesi masih setengah-setengah dalam menjalani profesi ini. Kita sebagai calon pemegang tongkat estafet perkembangan profesi juga belum apa-apa sudah merasa dininabobokan oleh jaminan masa depan dengan melihat trend pertumbuhan akan kebutuhan dokter hewan dari tahun ketahun yang semakin meningkat. Diperkirakan dalam sepuluh tahun ke depan, kecepatan lahirnya lulusan dokter hewan tidak akan bisa menandingi kebutuhan akan profesi ini.
Kehormatan dan kebanggaan akan profesi kedokteran hewan tidak akan segera tumbuh dan akan tetap seperti ini jika mental dan mindset ”asal jadi dokter hewan” tetap kita pelihara, yang berarti juga menunjukkan ketidaksiapan kita untuk menjadi dokter hewan yang penuh kompetensi dan dapat dibanggakan. Ketahanan mental harus kita tempa dan kita tanamkan selama kita menjalankan suatu profesi dengan memelihara semangat untuk terus melangkah kedepan dan tetap menjadi seorang pembelajar yang sejati.
Sindom complacency atau cepat puas diri yang telah lama menggerogoti dan membekap mentalitas kita sebagai dokter hewan selain akan menurunkan tingkat kompetensi kita secara pribadi dalam persaingan yang semakin menyakitkan juga akan semakin membenam-dasarkan keberadan profesi dokter hewan dimata masyarakat. Dimana dengan merasa cepat puas seorang dokter hewan tidak akan punya semangat untuk bersaing dan menjadi yang terbaik bagi profesinya dan juga masyarakat.
The Right Man in The Right Place merupakan prinsip yang harus kita pegang sebagai bagian dari rasa bangga kita akan profesi dokter hewan dengan tanpa mengesampingkan pengetahuan-pengetahuan basic non-medis dan potensi kita dibidang yang lain, untuk itu minimal perpaduan hard skill dan soft skill harus telah dimiliki seorang dokter hewan untuk meningkatkan kompetensinya. Dimana tidak seperti hard skill yang lebih menekankan pada ranah keterampilan teknis, soft skill bersifat invisible dan tidak segera. Diantara soft skill yang harus dimiliki dokter hewan antara lain: kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, komunikasi, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, conflict resolution , dan lain sebagainya.
Perpaduan antara hard skill dan soft skill akan menjadikan dokter hewan berani berpikir kreatif dan dapat melakukan hal yang berbeda dengan orang lain tanpa menyalahi kaidah profesi. Dengan berbeda dan kreatif inilah diharapkan kita dapat meraih kesuksesan ganda sebagai seorang dokter hewan/praktisi dan sebagai entepreneur, karena orang-orang kreatif dan memiliki jiwa entepreneur akan terus maju untuk menggapai impiannya tidak perduli apapun hambatan dan perkataan orang yang berusaha menghambatnya. Kreatifitas dan keberanian melakukan sesuatu yang berbeda juga dapat mendorong mencuatnya potensi kita, dan pada saat bersamaan juga akan membenamkan kelemahan-kelemahan kita.
Entrepreneurship merupakan sebuah proses untuk menciptakan nilai melalui pemanfaatan sejumlah sumber daya dengan mengeksploitasi kesempatan atau pemanfaatan kesempatan, tanpa menghitung banyaknya sumber daya yang dimiliki. Sehingga tekad dan semangat merupakan modal utama bagi seorang entepreneur ketimbang modal lainnya.
Kesempatan dan peluang memang masih membentang luas bagi profesi kedokteran hewan, namun kita dituntut untuk mampu lebih tajam dalam melihat perubahan-perubahan dan menemukan kesempatan-kesempatan yang tersimpan di balik peluang-peluang tersebut untuk dijadikan peluang-peluang baru, sehingga profesi ini dapat berkontribusi aktif dalam perkembangan kesejahteraan masyarakat melalui peran dan tanggung jawabnya sebagai seorang dokter hewan.
Akhirnya sebagai seorang dokter hewan yang profesional dengan pendidikan multi species comparative medicine kita dihadapkan dengan tanggung jawab besar baik bagi profesi kita maupun masyarakat secara umum, untuk itu mental asal dokter hewan dengan hiasan sumpah dan kode etik hanya akan menjadi bom waktu terhadap eksistensi dan posisi tawar profesionalisme kita sebagai seorang dokter hewan ditengah masyarakat.(aleegeboy) Labels: catatan si geboy, home |
|
»
Read more: catatan si geboy: Jangan cuma asal dokter hewan...
|
posted by
ali maftuh,DVM @ 1:42 PM
  |
|
|
|
|
Thursday, November 29, 2007 |
|
catatan si geboy: Tafsir jaman ini akan tembang lir-ilir
|
Tafsir jaman ini akan tembang lir-ilir
Bisakah luka yang teramat dalam ini nanti akan sembuh?
Bisakah kekecewaan bahkan keputus asaan yang mengiris-iris berpuluh-puluh juta saudara kita ini pada akhirnya nanti akan kikis?
Adakah kemungkinan kita akan bisa merangkak naik kebumi dari jurang yang teramat curam dan dalam?
Akankah api akan berkobar-kobar lagi?
Akankah asap akan membumbung lagi dan memenuhi angkasa tanah air?
Akankah kita akan bertabrakan lagi satu sama lain dengan pengorbanan yang tidak akan pernah terkirakan?
Bersediakah kita sebenarnya untuk tahu persis apa yang sesungguhnya kita cari?
Cakrawala yang manakah yang menjadi tujuan sebenarnya dari langkah-langkah kita?
Pernahkah kita bertanya bagaimana caranya melangkah yang benar?
Pernahkar kita mencoba menyesali dari hal yang perlu disesali dari perilaku-perilaku kita yang kemaren?
Bisakah kita menumbuhkan kerendahatian dibalik kebanggaan-kebanggan?
Masih tersediakah ruang didalam dada kita dan akal kepala kita untuk sesekali berkata kepada diri sendiri bahwa yang bersalah bukan hanya mereka,bahwa yang melakukan dosa bukan hanya dia, tetapi juga kita. Masih tersediakah peluang didalam kerendahan hati kita untuk mencari apapun saja yang kira-kira kita perlukan, meskipun seringkali menyakitkan kita sendiri. Mencari hal-hal yang kita butuhkan agar supaya sakit, sakit, sakit ini benar-benar sembuh total. Sekurang-kurangnya dengan perasaan santai kepada diri sendiri untuk menyadari dengan sportif bahwa yang mesti disembuhkan itu nomer satu bukan yang diluar diri kita tapi didalam diri kita.
Yang perlu utama kita lakukan adalah menyembuhkan diri yang kita yakini bahwa yang yang betul-betul harus disembuhkan justru segala sesuatu yang berlaku didalam hati dan akal pikiran kita. Saya ingin mengajak memasuki dunia ilir-ilir,
Lir.. ilir....., Lir.. ilir..... tandure wis su..mi..lir...... (Lir ilir, lir ilir tanamannya sudah mulai bersemi) Tak ijo.. royo.... ro..yo...... (Hijau Royo royo) Tak sengguh temanten a...nyar.. (demikian menghijau bagaikan pengantin baru)
Kanjeng sunan ampel seakan-akan baru hari ini bertutur kepada kita, tentang kita, tentang segala sesuatu yang kita mengalaminya sendiri namun tidak kunjung sanggup kita mengerti.
Sejak lima abad silam syair itu ia lantunkan dan tidak ada jaminan bahwa sekarang kita sudah faham. Padahal kata-kata beliau itu mengeja kehidupan kita ini sendiri, alpha, beta, alif, ba', ta', kebingungan sejarah kita dari hari kehari. Sejarah tentang sebuah negeri yang puncak kerusakannya terletak pada ketidaksanggupan para penghuninya untuk mengetahui betapa kerusakan itu sudah sedemikian tidak terperi.
Menggeliatlah dari matimu!!!, tutur sang Sunan
Siuman dari pingsan berpuluh-puluh tahunmu.
Bangkitlah dari nyenyak tidur panjangmu, sungguh negeri ini adalah penggalan surga. Surga seakan-akan pernah bocor dan mencipratkan kekayaan keindahannya, dan cipratan keindahannya itu bernama INDONESIA RAYA.
Kau bisa tanam benih kesejahteraan apa saja diatas kesuburan tanahnya yang tak terkirakan. Tidak mungkin kamu temukan makhluk Tuhanmu kelaparan ditengah hijau bumi kepulauan yang bergandeng-gandeng mesra ini, bahkan bisa engkau selenggarakan dan rayakan pengantin-pengantin pembangunan lebih dari yang bisa dicapai negeri-negeri lain yang manapun. Tapi kita memang telah tidak mensyukuri rahmat sepenggal surga ini. Kita telah memboroskan anugrah Tuhan ini lewat cocok tanam ketidak adilan dan panen-panen kerakusan.
Cah angon.... cah angon..... penekno blimbing ku...wi...... (Anak-anak penggembala, panjatkan pohon belimbing itu) Lunyu... lunyu... penekno.... kanggo mbasuh dodod..i..ro.... (Biar licin tetaplah panjat untuk mencuci pakaianmu)
Kanjeng sunan tidak memilih figur misalnya, Pak Jendral...pak jendral..., juga bukan intelektual-intelektual, Ulama-ulama, seniman-seniman, sastrawan-sastrawan, tapi cah angon-cah angon.
Beliau juga menuturkan penekno blimbing kuwi. bukan Penekno Pelem ku..wi....,(Panjatkan mangga itu) bukan penekno sawo kuwi (Panjatkan sawo itu), bukan penekno buah yang lain, tetapi blimbing bergigir lima. Terserah apa tafsirmu mengenai lima, yang jelas harus ada yang memanjat pohon yang licin itu "lunyu-lunyu penekno" agar blimbing bisa kita capai bersama-sama dan yang harus memanjat adalah "cah angon". Tentu saja ia boleh seorang doktor, boleh seorang seniman, boleh seorang kyai, boleh seorang jendralatau siapapun, namun ia harus memiliki daya angon, daya menggembalakan, kesanggupan untuk mengemong semua fihak, karakter untuk merangkul dan memesrai siapa saja, sesama saudara sebangsa, determinasi yang menciptakan garis resultan bersama memancarkan kasihsayang yang dibutuhkan setiap warna, semua golongan, semua kecenderungan.
Bocah angon adalah seorang pemimpin nasional bukan pemimpin golongan atau pemuka suatu gerombolan.
Selicin apapun pohon-pohon reformasi ini bocah angon harus memanjatnya, harus dipanjat sampai selamat memperoleh buahnya. Bukan ditebang, dirobohkan atau diperebutkan. Dan air saripati blimbing lima gigir itu diperlukan bangsa ini untuk mencuci pakaian nasionalnya.
Pakaian adalah akhlak, pakaian adalah yang menjadikan manusia bukan binatang. kalau engkau tidak percaya berdirilah engkau didepan pasar dan copotlah pakaianmu, maka engkau akan kehilangan segala harkatmu sebagai manusia.
Pakaianlah yang menjadikan manusia adalah manusia, pakaian adalah pegangan nilai, landasan moral dan sistem nilai. Sistem nilai itulah yang harus kita cuci dengan pedoman lima.
Dodod..iro....dodod..iro.... kumitir bedah ing... ping..gir..... (Pakainmu itu tertiup2 angin dan sobek di pinggir pinggirnya) Dondomono jlumatono.... kanggo sebo.. mengko.. so...re.... (Jahitlah, benahilah untuk menghadap nanti sore) Mumpung pandang rembu..la..ne... (Selagi terang (sinar) bulan-nya) Mumpung jembar kala..nga..ne... (Mumpung luas kesempatannya) Yo.. surako surak.. hi..yo.... (Mari bersorak-sorak ayo…)
Satu tembang tidak selesai ditafsirkan dalam seribu jilid buku, Satu lantunan syair tidak selesai ditafsirkan dengan waktu seribu bulan dan seribu orang melakukannya.
Aku ingin mengajakmu untuk memandangi warna-warni yang bermacam-macam dengan membiarkan mereka dengan warnanya masing-masing, agar kita mengerti dengan hati dan ketulusan kita, apa muatan kalbu mereka mengenai Ilir-ilir, mengenai ijo royo-royo, mengenai temanten anyar, mengenai bocah angon dan blimbing, mengenai mbasuh dodod iro, mengenai kumitir bedah ing pinggir. yang akan kita bicarakan tentu saja, kapan saja bersama-sama. Tapi aku ingin mengajakmu menentukan siapa saja diantara saudara-saudara kita tanpa pernah kita larang-larang untuk menjadi ini atau untuk menjadi itu, asalkan kita bersepakat bahwa bersama-sama mereka semua kita akan menyumbangkan yang terbaik bagi semuanya, bukan bagi ini, bukan bagi itu, bukan hanya bagi yang disini juga yang disana.
syair ilir-ilir dicipta oleh waliullah Sunan Ampel, dikembangpopulerkan oleh banyak orang juga Kyai Kanjengnya M.H. Ainun Najib (Cak Nun)
Labels: catatan si geboy, home |
|
»
Read more: catatan si geboy: Tafsir jaman ini akan tembang lir-ilir...
|
posted by
ali maftuh,DVM @ 1:36 PM
  |
|
|
|
|
Sunday, November 25, 2007 |
|
catatan si geboy: Aspek sosiologis kelompok sempalan
|
Aspek Sosiologis Kelompok Sempalan
Bruinessen berpendapat, selama dialog antara ortodoksi kalangan mainstream dan gerakan sempalan itu masih dapat berlangsung, fenomena ini akan tetap berfungsi positif. Terputusnya komunikasi dan makin terasingnya mereka justru mengandung marabahaya.
Fatwa dan 10 kriteria aliran sesat yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia Selasa (6/11) lalu mungkin tidak akan banyak membantu kita untuk memahami dan mengatasi kemunculan kelompok-kelompok agama yang sering dicap sesat. Penjara pun tak akan membuat jera jika keyakinan baru sudah tertanam begitu kokoh di dalam sanubari mereka. Karena itu, daripada terus berfantasi akan sirna dan tidak akan munculnya lagi aliran sesat di bumi Indonesia lewat fatwa ataupun aksi massa, ada baiknya kita memahami akar masalah kemunculan kelompok seperti Lia Eden, al-Qiyadah al-Islamiyyah, dan sejenisnya dalam ekspresi keberagamaan kita. Untuk keperluan ini, 10 kriteria aliran sesat Majelis Ulama Indonesia tidak akan membuat ilmu kita bertambah.Di tahun 1992, Martin van Bruinessen menjelaskan latar belakang sosio-kultural kemunculan “kelompok-kelompok sempalan Islam” (istilah yang lebih netral) di Indonesia Jurnal Ulumul Qur'an vol. III no. 1. Ahli Islam asal Belanda itu masuk ke jantung kelompok-kelompok sempalan yang pernah dilarang atau sekurang-kurangnya diharamkan oleh Majelis Ulama Indonesia.Objek studinya sangat luas, tapi tetap dibarengi klasifikasi yang cukup ketat dan jelas. Ada Islam Jamaah, Ahmadiyah Qadian, DI/TII, Mujahidin Warsidi (Lampung), Syi'ah, Baha'i, kelompok Inkarus Sunnah, Darul Arqam, Jamaah Imran, gerakan Usroh, aliran-aliran tasawwuf berfaham wahdatul wujud, Tarekat Mufarridiyah, dan gerakan Bantaqiyah (Aceh). Itulah kelompok-kelompok yang dianggap sempalan dan sesat di masa itu.Meski agak out of date karena belum membahas kelompok baru yang kini sedang hangat diperbincangkan, beberapa kesimpulan Bruinessen tetap masih cukup relevan dan menarik untuk disimak:Pertama-tama, di luar stigma negatif yang selalu dialamatkan pada mereka, menurut Bruinessen beberapa kelompok sempalan yang dicap sesat itu sering kali dapat memenuhi fungsi keluarga bagi para pengikutnya. Kehadiran komunitas “keluarga baru” ini bisa amat didambakan anggotanya, terutama ketika mereka mengalami alienasi sosial akibat proses urbanisasi dan merenggangnya hubungan mereka dengan keluarga asal.Agar dapat berfungsi sebagai komunitas keluarga, jumlah anggota kelompok biasanya kecil saja, sehingga mereka bisa saling kenal. Pada aspek ini, kalangan mainstream Islam tidak perlu terlalu resah akan berkembangnya kelompok sempalan dalam jumlah besar. Studi Bruinessen menunjukkan bahwa aliran-aliran baru seperti ini hampir selalu bersifat eksklusif (menghindar dari hubungan dengan umat lainnya) dan gnostik (mengklaim punya ajaran khusus yang tidak dimengerti kaum awam), serta kerap menerapkan sistem bai'at antara pimpinan dan pengikutnya.Poin ini sedikit banyak menjelaskan mengapa begitu banyak pengikut aliran-aliran baru seperti al-Qiyadah yang berasal dari kalangan mahasiswa. Kondisi alienasi yang mungkin mereka alami akibat perubahan situasi dan lingkungan baru yang mereka rasakan, boleh jadi membuat mereka kehilangan pegangan.Mahasiswa, kata Bruinessen, terutama yang berasal dari kota kecil atau desa, yang hidup di sebuah lingkungan kota yang serba baru dan aneh bagi mereka, merasa diberi perlindungan dan rasa aman oleh komunitas baru yang membuat mereka merasa at home. Peran ini tidak lagi dapat dimainkan organisasi agama besar, justeru karena yang diperlukan adalah hubungan intim dalam sebuah komunitas kecil yang terpisah dari masyarakat/umat yang lebih luas.Lalu perlukah mereka dijauhi, difatwa atau digebuki? Bruinessen berpendapat, selama dialog antara ortodoksi kalangan mainstream dan gerakan sempalan itu masih dapat berlangsung, fenomena ini akan tetap berfungsi positif. Terputusnya komunikasi dan makin terasingnya mereka justru mengandung marabahaya. Kalau ortodoksi tidak responsif dan komunikatif dan hanya bereaksi dengan melarang-larang (atau diam saja), ortodoksi sendiri justru bisa berubah menjadi salah satu sebab penyimpangan "ekstrim" ini.(Novriantoni)Labels: catatan si geboy, home |
|
»
Read more: catatan si geboy: Aspek sosiologis kelompok sempalan...
|
posted by
ali maftuh,DVM @ 10:42 PM
  |
|
|
|
|
Saturday, November 17, 2007 |
|
save animal: Refleksi persamaan anjing
|
Refleksi persamaan anjing
Menarik, minimal bagi saya. Sebuah parodi kompas oleh Samuel Mulia tentang binatang yang merupakan ciptaan Sang Kholik, dimana mungkin menegur kita untuk belajar dari ciptaan-Nya yang lain, selain manusia, yang mirip binatang. Karena mirip berarti tidak sama persis, jadi langsung saja belajar dari yang benar-benar persis.
”Anjing!!” ketika kata itu digertak dengan suara keras, maka kita akan berfikir tentang manusia yang mulutnya sementara ketinggalan dirumah dan tidak turut sekolah untuk mendapatkan pendidikan.
Beda dengan kalimat ”awas anjing galak” yang sering terlihat didepan rumah mungkin ini akan terkesan biasa saja, tapi mungkin kata tersebut menimbulkan arti ganda jika yang punya rumah secara tidak langsung mau mengatakan yang galak itu sebetulnya mereka tapi memakai anjing sebagai kambing hitamnya.
Karena sama meperti mengasuh anak, menjadi baik dan tidak baik adalah karena didikan orang tuanya. Jadi anjing menjadi galak mungkin bisa jadi karena yang memilikinya juga galak.
”Anjing keren banget rumahnya!!” kata anjing disini dipakai sebagai sebuah tambahan untuk sesuatu yang mengagumkan dan penekanan akan kekaguman setengah mati.
”Mas dipikir-pikir elo emang kayak anjing ya, hehehe.....” itulah sebuah penghinaan yang dikemas dalam guyonan karena tak adanya keberanian untuk langsung mengatakan yang sebenarnya.
”Aduh... anjingnya lutu banget....” bayangkan kalimat itu disusun dengan konotasi yang sok imut dengan memegang kepala atau pipi si anjing. Kalimat tersebut akan terdengar sangat normal karena kata anjing digunakan untuk menunjuk langsung binatang berkaki empat tersebut dan bukan dipakai untuk menyindir.
Untuk mencari persamaan dan bukan perbedaan antara kita dan anjing ternyata diperoleh hasil yang sangat memalukan. Dimana setelah selama ini kita tak pernah merasa diri seperti anjing, dan setelah mencari persamaan itu ternyata kita memang seperti anjing. Sehingga jika ada yang mengatai kita seperti anjing semestinya kita tak perlu tersinggung jika memang kenyataannya demikian, kecuali memang anjing punya kaki empat.
Seperti sebuah adegan film biru (BF) yang gaya bercintanya seperti anjing ”doggy style” menyadarkan kita untuk gaya bercinta saja manusia dapat mencontek anjing sementara anjing saja tidak pernah mencontek manusia dalam hal bercinta. Mungkin ini dapat dimengerti kenapa perilaku manusia sehari-hari mirip binatang, karena naluri kita tak beda dengan binatang.
Seperti anjing juga kita pura-pura naif tetapi pada saat tertentu kita bisa menyerang orang seperti peringatan yang terpasang dipagar pintu tersebut. Kita bisa naif, kita bisa jahat. Bisa dipercaya tapi bisa menggigit orang yang mempercayai saya.
Dari parodi tersebut saya menjadi teringat akan ucapan teman ngaji kakak saya Ust. Ni’am (Gus Amiek) tentang tidak mau masuknya malaikat kerumah kita karena adanya anjing dirumah, yang dimaksud anjing disini bukanlah anjing dalam arti sebenarnya akan hewan yang memiliki empat kaki. Namun yang membuat malaikat enggan masuk kerumah dikarenakan penghuni-penghuni yang memiliki sifat seperti anjinglah yang membuat keengganan itu ada pada malaikat. Dan akhirnya jangan salahkan anjing, berkacalah pada diri anda jika anda memiliki bakat untuk bersifat seperti anjing dan barokah Tuhan yang dibawa malaikat enggan menyertai anda. Wallohua’lam lah pokoe... Labels: catatan si geboy, home, save animal |
|
»
Read more: save animal: Refleksi persamaan anjing...
|
posted by
ali maftuh,DVM @ 6:56 AM
  |
|
|
|
|
Thursday, November 15, 2007 |
|
catatan si geboy: Impian dalam keheningan
|
Impian dalam keheningan. Hampir 3 bulan ini saya off dari kegiatan brengsek pada ambang fikiran wajar, hal ini terbesit tatkala ada teman saya bertanya: kemana aja mas kok g pernah keliatan? dan secara tak tersengaja saya juga menjawab: g tau ya, mungkin terlalu asik menikmati masa pengangguran!!
Didunia yang berciri serba keras, hiruk pikuk, menggelegar – baik oleh suara maupun tingkahlaku manusia – ketersengajaan dikejar dan mengejar waktu. Menjauhkan nurani manusia untuk berkencan dengan kesunyian dan keheningan serta menikmati hakikatnya. Demikian yang dikatakan HB. Supiyono.
Pada hakikatnya mencari dan menemukan keheningan bukanlah upaya untuk lari dari kenyataan. Melainkan, tindakan untuk menemukan kenyataan dalam keheningan. Bersunyi-sunyi diri bukan pula prilaku aneh da nganeh-nganehi (sok aneh). Ia adalah olah batin dalam mencari jawaban atas beragam pertanyaan yang tak dapat dijawab oleh pikiran duniawi yang kasat mata. Dari berhening-berhening diri inilah buah kearifan dapat dipetik dengan hati yang hening pula. Berserah dan bukan menyerah pada keheningan. Labels: catatan si geboy, home |
|
»
Read more: catatan si geboy: Impian dalam keheningan...
|
posted by
ali maftuh,DVM @ 2:35 AM
  |
|
|
|
|
Friday, November 09, 2007 |
|
catatan si geboy: Karma nurdin cs.
|
Karma nurdin cs. Gila timnas kita jadi pecundang lagi men...!!! tulisan ini saya postingkan sesaat setelah nggondok melihat hasil yang di capai timnas di PPD 2010 melawan Suriah 1-4!!!fantastic to??? Baru sekilas rasanya mendapat hiburan dari penampilan timnas di Piala Asia walaupun sebenarnya juga sama-sama kalah tapi suerrr... tim kita maennya bagus banget semangat '45 pokoe.
Tapi jika dipikir-pikir mengapa tim kita selalu kalah walaupun maen bagus walaupun nggak cantik-cantik amat? terakhir ketika timnas U-19 kita ditendang australia yang diperkuat pemain-pemain yang telah ngeloyor ke klub-klub eropa 2-0 itu juga ketika tim kita lagi main OK.
Dosa apa to yo.., yang telah dilakukan bangsa ini?? ----masih tanya to,buta ato tuli sih?!! mana ada produk baik yang dikeluarkan oleh organisasi yang dipimpin seorang mafia, ya pasti yang tersisa adalah karma!!! na'udzubillah mindzalik_________ Labels: catatan si geboy, home |
|
»
Read more: catatan si geboy: Karma nurdin cs....
|
posted by
ali maftuh,DVM @ 9:30 PM
  |
|
|
|
|
Wednesday, November 07, 2007 |
|
catatan si geboy: Aliran sesat, why not?
|
Aliran sesat, why not?
Beberapa hari terakhir sering kita dengar hingar bingar masyarakat menyuarakan pembumi hangusan aliran sesat. Mengenai siapa dan apa aliran sesat itu saya sendiri kurang begitu mengerti, sedikit yang saya pahami bahwa mengklaim sesat ato tidaknya suatu hal baik itu aliran, golongan ato apalah itu adalah merupakan hak prerogratif Tuhan, dengan kata lain jika kita dengan sengaja atau tidak mengklaim suatu aliran tertentu itu sesat berarti kita secara tidak langsung telah membajak hak prerogratif Tuhan dan artinya...(saya tidak bisa menduganya).
Sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Gus Dur dalam suatu kesempatan, Gerakan Al-Qiyadah Al-Islamiyah (yang terakhir sering disorot dan diklaim sesat) bukanlah sesat tetapi salah, dan untuk ini saya sepakat karena manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Dan seperti juga yang dikatakan oleh bapak Qomaruddin semakin pemikiran suatu gaolongan itu di kekang dan dihujat dikhawatirkan bukannya sadar malah sangat dimungkinkan golongan/aliran tersebut akan semakin militan. Dan apakah ratusan atau bahkan lebih Ulama sebagai warosatul anbiya' di Indonesia atau bahkan mungkin dunia ini tidak ada yang berani menerima tantangan dialog dari seorang Ahmad Moshaddeq yang konon ngakunya sebagai nabi ini?
Manusia merupakan adalah salah satu makhluk Tuhan yang diberikan keistimewaan untuk memiliki apa yang dinamakan akal dan pikiran, sehingga sangat percuma kita diciptakan didunia ini hanya sekedar untuk hidup tanpa memberdayakan pikiran kita, namun tidak semua yang kita pikirkan itu benar seperti yang dikatakan Cak Nun bahwa mungkin yang kita pikirkan itu baik tapi tidak benar atau yang kita pikirkan itu sudah benar tapi belum tentu baik.
Mencari Kambing hitam untuk sebuah kehawatiran akan dipersalahkan merupakan suatu perbuatan yang mungkin dapat dihalalkan, seperti yang pernah diungkapkan Bpk. Ikhwan Syam Sekum (Sekretaris Umum) MUI (wadah beberapa tokoh agama islam, ulama juga para kyai) di Indonesia bahwa diindikasi adanya tujuan intelejen dibalik mewabahnya aliran aneh/sesat (katanya) di Indonesia.
Diluar benar atau tidaknya kambing hitam tersebut bukankah lebih baik jika (beberapa) para ulama melakukan koreksi mengapa hal ini terus mewabah. Tidakkah (beberapa) ulama kita memberikan sumbangsih terhadap fenomena manusiawi tersebut? apa saja yang telah dilakukan (sebagian) para ulama bagi para jam'iyyahnya? mungkinkah salah satu diantara mereka telah dimiskinkan pengetahuannya akan agama karena telah ditinggalkan para guru ngaji mereka demi sebuah kursi dalam suatu percatuaran yang tiada henti. Bilakah terus begini, aliran sesat ya... why not? Labels: catatan si geboy, home |
|
»
Read more: catatan si geboy: Aliran sesat, why not?...
|
posted by
ali maftuh,DVM @ 5:48 PM
  |
|
|
|
|
Sunday, September 23, 2007 |
|
catatan si geboy: Pengendalian diri
|
Pengendalian diri
Senin malam dihari kelima bulan Ramadan, tak biasa-biasanya celoteh sang penceramah sholat tarawih masuk ditelingaku, tapi ini memaksa masuk entah mengapa? (kamu Tanya saya terus saya Tanya siapae…)
Pengendalian diri, mungkin itu tema yang coba diangkat oleh penceramah tersebut di bulan Ramadan. Banyak dari kita mungkin yang hanya terbiasa minum kolak dibulan Ramadan, banyak yang mungkin terbiasa minum esbuah hanya dibulan Ramadan, dan banyak yang mungkin mendapatkan hadiah baju baru hanya dibulan Ramadan. *Enggak kok…dibulan lain aq juga sudah terbiasa dengan hal-hal tersebut!!! *Ah, itukan jawaban anda yang biasa pegang duit, tapi paksalah sedikit pikiran anda jika kondisi tersebut memang terjadi pada diri anda. Ha... betulkan itu hanya terjadi dibulan Ramadan?
*Terus apa artinya bulan Ramadan yang katanya bulan yang memaksa kita untuk dapat mengendalikan diri? *Dan jawaban dibalik itu semua memang telah salah kaprah, Sepakat? Harus!!!
Banyak tulisan beberapa tokoh diberbagai media tentang komersialisasi Ramadan oleh berbagai media yang telah memeras kata-kata, arti, kondisi sangat lamah juga kelaparannya kita dan yang pasti iman kita dibulan Ramadan untuk kepentingan sempit (komersial_red.). *Ya iya, betul itu… *Betal-betul betal-betul dong orae?!
Menarik juga untuk diperhatikan anjuran kanjeng nabi Muhammad SAW agar kita menyegerakan berbuka pada waktunya dengan buah kurma atau kalau tidak ada ya air putih. *Emang kenapa..? *Nggak ngerti, kayaknya sih berhubungan dengan tadi, supaya kita tidak langsung melepas landaskan nafsu dan kendali diri kita saat berbuka puasa. Seperti di arab sana (katanya) orang menjajakan kurma dengan mempersilahkan pembeli mencicipi buah tersebut sepuasnya karena pedagang tersebut dan kita juga akan yakin orang tersebut tidak mungkin mengahabiskan kurmanya. Begitu juga air putih, jarang kita mendengar orang mabuk air putih karena orang tersebut akan minum air putih untuk menghilangkan dahaga dan akan berhenti minum setelah dirasa cukup.
Rasulullah juga pernah bilang jika beliau akan mengencangkan ikatan sabuknya pada malam disepertiga terakhir bulan Ramadan. *Kita? *Ke mall kali..., *Emang ada yang mau Lebaran tanpa pake baju baru?
Tapi nggak apalah, mending daripada nggak puasa atau paling tidak semangat Ramadan itu masih tetap ada. Yo ora?? Labels: catatan si geboy, home |
|
»
Read more: catatan si geboy: Pengendalian diri...
|
posted by
ali maftuh,DVM @ 11:20 PM
  |
|
|
|
|
Tuesday, September 11, 2007 |
|
catatan si geboy: hari baiknya hewan Jogja?
|
hari baiknya hewan Jogja?
Boulevard UGM, pada hari Minggu tanggal 9 Oktober 2007. Pengunjung Sunday Morning UGM pasti sedikit merasa aneh banyak hewan berkeliaran disekelilingnya dari yang namanya uler, kura-kura, anjing juga tak mau ketinggalan si kucing dengan berbagai rasnya.
Memang bukan merupakan suatu hal yang direncanakan ketika para pecinta masing-masing jenis hewan dapat berjumpa di boulevard UGM yang konon merupakan ikon akhir pekan baru di jagat jogja ini. Perjumpaan yang taktersengaja ini dimotori oleh masing-masing kelompok penyayang yang kebetulan menyelenggarakan kegiatan diwilayah otoritas kampus tua ini.
Kelompok penyayang anjing yang dimotori pada punggawa IMAKAHI (Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan) dalam aktifitasnya untuk memperingati Hari Rabies Sedunia (World Rabies day), berikutnya para penyayang kucing dalam Jogja Cat Festifal dengan sponsor Indonesian Cat Association (ICA) dan juga "Opio" Jogja yang mewakili pecinta reptil untuk acara The 4-th Jogja Reptile Contest.
Apakah mereka memilih hari minggu, 9 September 2007 ini karena menganggap hari itu merupakan hari hokkinya para penyayang hewan? Apapun jawabannya mereka telah rela dan berusaha untuk menghilangkan gengsi antar sesama kelompok penyayang untuk dapat membaur dengan mengibarkan panji penyayang hewan
Labels: catatan si geboy, home |
|
»
Read more: catatan si geboy: hari baiknya hewan Jogja?...
|
posted by
ali maftuh,DVM @ 10:50 PM
  |
|
|
|
|
Wednesday, June 06, 2007 |
|
catatan si geboy: Ngeyel itu penting….
|
Ngeyel itu penting….
Sebagai salah satu sarana membentuk dan memfasilitasi ajang pertemanan didunia maya, friendster.com sempat menjelma menjadi sebuah gaya hidup masyarakat khususnya para generasi muda yang gaul dan melek internet.
Saat ini saya tidak akan membahas banyak tentang pergaulan ala friendster.com, namun saya sempat termenung sejenak untuk menanggapi testimony yang dikirimkan ke alamat friendsterku oleh sebut saja Nununk (memang nama sebenarnya), bukan pengirim atau isi testimony yang menjadi bahan renungan namun istilah ngeyel yang sudah saatnya kita renungkan.
Kembali lagi kesebuah kata ngeyel, banyak orang sepakat jika kata tersebut akan membuat orang disekitar kita menjadi jengkel, karena orang yang suka ngeyel itu akan cenderung menjadi seorang pembangkang yang menyebalkan.
Jika ngeyel atau pembangkang (disobedience) ini kita tempatkan pada porsinya akan menjadi positif untuk sebuah jiwa yang kritis. Dimana suatu ketika kita sebagai manusia bebas harus dapat mempertahankan pemikiran kita terhadap suatu persoalan, namun kita sebagai makhluk social juga musti menghargai pemikiran orang lain.
Sebuah pemikiran yang kita anggap benar harus kita bela dan pertahankan sampai suatu ketika kita dapat menerima ada pemikiran lain yang lebih benar atau memang telah menjadi kesepakatan bersama. Namun jika suatu keputusan memang telah benar-benar keluar dari narah objektifitas pemikiran kita maka opsi disobedience (pembangkangan)mungkin harus menjadi solusi terakhir.
Ali Maftuh Labels: catatan si geboy, home |
|
»
Read more: catatan si geboy: Ngeyel itu penting…....
|
posted by
ali maftuh,DVM @ 11:13 PM
  |
|
|
|
|
Friday, November 03, 2006 |
|
catatan si geboy: berbeda dalam satu lebaran...
|
Berbeda dalam satu lebaran...
Perdebatan penuh toleransi sangatlah terasa dalam lebaran kemaren yang ditulis dalam sebuah harian nasional; saya ikut lebaran selasa karena ada siaran televisi katanya lebarannya hari selasa; saya ikut pengurus wilayah dengan berlebaran hari senin; sejak awal saya sudah diberi pengumuman kalo hari rayanya jatuh pada hari senin; saya berlebaran hari selasa ngikut ama pengurus besar; saya lebaran hari senin, tapi solat pada hari selasa; sebagai umat muslim maka saya berkiblat ke Mekah dan berlebaran pada hari minggu;
Berbagai argumen diangkat oleh tiap orang dalam kesempatan yang kebetulan bertemu dalam sebuah silaturrohim di Rumah seorang seorang guru ngaji (kyai-red.), diantara banyaknya pebedaan pandangan tersebut tidak ada satupun diantara mereka memaksakan bahwa argumennya adalah yang paling benar, mungkin inilah salah satu contoh bahwa perbedaan adalah sebuah rahmad.
Tingginya rasa toleransi dalam lebaran juga saya rasakan ketika saya hendak mencari data kesebuah klenteng Kwan Sing Bio (tempat beribadah ummat Konghuchu) yang konon katanya merupakan salah satu klenteng terbesar di Asia Tenggara. Ketika saya melangkah untuk memasuki tempat tersebut saya dihadapkan dengan sebuah sepanduk besar berwarna kuning yang bertuliskan "Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin", hati saya bertambah kaget ketika saya masuk kedalam ruangan pengurus dan ditemukan dengan Bapak Go Tjong Ping (ketua yayasan klenteng Kwan Sing Bio yang juga ketua komunitas masyarakat tionghoa Tuban) dan beliau pun mengucapkan selamat idul fitri. Tingginya toleransi ini mungkin memang sudah merupakan tradisi yang diawali singgahnya pengembara Tionghoa beragama Islam yang bernama Laksamana Cheng Ho (1413 M-1425) yang sebagian dari pengikutnya memilih menetap di Tuban.
Banyak teman juga memberikanku banyak pemahaman dan pembelajaran tentang apa itu toleransi. Walaupun berbeda keyakinan, banyak ucapan selamat lebaran baik secara langsung ataupun sekedar lewat sms yang saya terima dibulan Syawal ini dari mereka, dan ada juga yang merelakan melakukan sebuah perjalanan dari luar kota hanya untuk bersilaturrahim dan mengucapkan minalaidin walfaizin mohon maaf lahir dan batin.
Hidup berdampingan dalam sebuah perbedaan memang menciptakan potensi perpecahan, akan tetapi jika perbedaan tersebut dapat kita kelola dengan semangat kebersamaan dalam keberagaman, maka perbedaan tersebut akan menjadi sebuah kekuatan untuk menapak melewati segala bentuk perkembangan jaman.
Labels: catatan si geboy, home |
|
»
Read more: catatan si geboy: berbeda dalam satu lebaran......
|
posted by
ali maftuh,DVM @ 12:26 AM
  |
|
|
|
|
Monday, October 30, 2006 |
|
catatan si geboy: temen tapi lama....
|
Temen tapi lama....
Empat tahun memang bukan ukuran waktu yang sebentar, banyak perubahan yang pasti terjadi dalam kurun waktu tersebut, baik perubahan kecil maupun sampai perubahan yang sangat drastis..
Mungkin itulah gambaran suasana temu dua dasawarsa alumni SMUN 2 TUBAN, 28 Oktober 2006. Banyak temen yang seharusnya lama menjadi baru bagiku karena perubahan yang melekat tetap pada diri mereka. Memanglah benar tidak akan pernah ada satupun yang kekal dan abadi dimuka bumi ini kecuali sebuah perubahan dan yang pasti adalah yang maha pembuat perubahan itu sendiri.
Nostalgia telah menjadi atmosfir tersendiri dalam halal bil halal yang dihadiri ratusan individu yang mulai agak asing. Sahabat lama, musuh lama, gebetan lama juga mantan adik kelas, mantan kakak kelas, mantan wali kelas, sampai mantan guru kelas (oiya untuk yang satu ini ngak boleh disebut mantan) dan mantan-mantan yang lainnya semuanya berkumpul dan membaur sebagai teman yang baru dengan semangat penjiwaan yang juga baru nan fitri.
Happy Idul Fitri, nyuwun agungipun pangapunten........
Labels: catatan si geboy, home |
|
»
Read more: catatan si geboy: temen tapi lama.......
|
posted by
ali maftuh,DVM @ 12:07 PM
  |
|
|
|
|
Sunday, October 08, 2006 |
|
catatan si geboy: Idealisme keblablasan...
|
Idealisme keblablasan...
Sebagai Volunteer dari sebuah organisasi nirlaba yang bergerak dibidang kesejahteraan hewan, ikutan merayakan hari hewan sedunia merupakan sebuah kewajaran dan menurut aku sendiri kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang positif untuk mengkampanyekan kesejahteraan hewan kepada masyarakat dan semua pasti sepakat dengan pernyataan tersebut. Namun sempat tampak beda setelah ada salah satu masyarakat yang melemparkan sebuah pertanyaan yang sangat populer dikalangan anak CARE... "masih makan daging Mas!!!??"
Saya sebagai volunteer dalam sebuah organisasi penyayang hewan memang tidak asing dan sangat menerima pertanyaan tersebut, namun karena saya belumlah jadi seorang yang sangat idealis sebagai seorang penyayang hewan, maka saya dengan sangat sadar saya menjawab "masih...!!"
Setelah mendengar jawaban tersebut, orang yang dengan komentar yang sebelumnya saya anggap wajar berubah menjadi kurang (w)ajar, dimana dengan emosi dan nada tinggi orang tersebut marah dan dengan gaya kurang sopan orang tersebut merobek materi Campaign yang kita berikan dengan (awalnya) ikhlas...
Tanpa sebuah komando, pikiran diotak sayapun melempar sebuah pertanyaan "punya Tuhan ngak ya orang ini..?, mengapa beliau yang seharusnya terhormat ini memaksa saya untuk mengharamkan daging hewan?", karena menurut pribadi saya, menjadi seorang aktivis penyayang hewan dengan titel Vegetarian hanyalah sebuah pilihan diri. Tidak ada seorangpun manusia didunia ini yang boleh memaksa dengan mengharamkan susuatu kepada manusia lainnya, Karena menjadi Haram atau Halalnya sesuatu adalah hak prerogratif Tuhan. Sehingga jika ada seseorang yang melangkahi hak tersebut, maka dapat disama-artikan dengan sebuah pembajakan atas nama Tuhan... waw...!!!
Hanya sebagai pendapat; Menjadi seorang aktifis yang idealis adalah proses pematangan sikap menghadapi perbedaan pandangan..,
Menjadi seorang aktifis bukanlah pameran akan kebanggaan, dan menjadi seorang aktifis juga bukanlah pilihan untuk mempertontonkan kebenaran pribadi yang sempit..
Labels: catatan si geboy, home |
|
»
Read more: catatan si geboy: Idealisme keblablasan......
|
posted by
ali maftuh,DVM @ 11:23 PM
  |
|
|
|
|
|