Pengendalian diri
Senin malam dihari kelima bulan Ramadan, tak biasa-biasanya celoteh sang penceramah sholat tarawih masuk ditelingaku, tapi ini memaksa masuk entah mengapa? (kamu Tanya saya terus saya Tanya siapae…)
Pengendalian diri, mungkin itu tema yang coba diangkat oleh penceramah tersebut di bulan Ramadan. Banyak dari kita mungkin yang hanya terbiasa minum kolak dibulan Ramadan, banyak yang mungkin terbiasa minum esbuah hanya dibulan Ramadan, dan banyak yang mungkin mendapatkan hadiah baju baru hanya dibulan Ramadan. *Enggak kok…dibulan lain aq juga sudah terbiasa dengan hal-hal tersebut!!! *Ah, itukan jawaban anda yang biasa pegang duit, tapi paksalah sedikit pikiran anda jika kondisi tersebut memang terjadi pada diri anda. Ha... betulkan itu hanya terjadi dibulan Ramadan?
*Terus apa artinya bulan Ramadan yang katanya bulan yang memaksa kita untuk dapat mengendalikan diri? *Dan jawaban dibalik itu semua memang telah salah kaprah, Sepakat? Harus!!!
Banyak tulisan beberapa tokoh diberbagai media tentang komersialisasi Ramadan oleh berbagai media yang telah memeras kata-kata, arti, kondisi sangat lamah juga kelaparannya kita dan yang pasti iman kita dibulan Ramadan untuk kepentingan sempit (komersial_red.). *Ya iya, betul itu… *Betal-betul betal-betul dong orae?!
Menarik juga untuk diperhatikan anjuran kanjeng nabi Muhammad SAW agar kita menyegerakan berbuka pada waktunya dengan buah kurma atau kalau tidak ada ya air putih. *Emang kenapa..? *Nggak ngerti, kayaknya sih berhubungan dengan tadi, supaya kita tidak langsung melepas landaskan nafsu dan kendali diri kita saat berbuka puasa. Seperti di arab sana (katanya) orang menjajakan kurma dengan mempersilahkan pembeli mencicipi buah tersebut sepuasnya karena pedagang tersebut dan kita juga akan yakin orang tersebut tidak mungkin mengahabiskan kurmanya. Begitu juga air putih, jarang kita mendengar orang mabuk air putih karena orang tersebut akan minum air putih untuk menghilangkan dahaga dan akan berhenti minum setelah dirasa cukup.
Rasulullah juga pernah bilang jika beliau akan mengencangkan ikatan sabuknya pada malam disepertiga terakhir bulan Ramadan. *Kita? *Ke mall kali..., *Emang ada yang mau Lebaran tanpa pake baju baru?
Tapi nggak apalah, mending daripada nggak puasa atau paling tidak semangat Ramadan itu masih tetap ada. Yo ora?? Labels: catatan si geboy, home |